Mana yang Lebih Baik, Artikel Panjang atau Artikel Pendek? Jawabannya Ternyata..

Dalam menulis suatu artikel, ada suatu hal yang mungkin sering kalian perhatikan. Apa itu?

Panjang atau pendeknya suatu artikel.

Dalam menulis suatu artikel, ada blogger yang suka sekali menulis artikelnya dengan jumlah kata yang sangat banyak dengan tujuan agar artikel yang ia sajikan memiliki informasi yang lebih lengkap. Artikel seperti ini terkadang membuat pembacanya kaget dan berbicara dalam hati seperti ini “Gak pegel apa ya tu jari nulis sebanyak ini”.

Disisi lain, ada juga blogger yang suka dengan hal-hal yang bersifat praktis atau istilahnya to the point. blogger seperti ini biasanya lebih suka menulis artikelnya dengan jumlah kata yang tidak terlalu banyak.

Berapa jumlah kata yang diperlukan untuk  memasukkan suatu artikel ke dalam dalam golongan artikel yang panjang? bagi saya sih, minimal berisi 1000 kata.

Dan artikel yang pendek? sekitar 300 hingga 500 kata.

Ingat, ini hanya pendapat saya, kalau bagi kalian 400 kata itu sudah tergolong panjang, ya itu terserah kalian.

Kembali ke topik pembahasan, lalu mana yang lebih baik antara artikel panjang dengan artikel pendek? jawabannya mungkin akan mengejutkan.

Untuk menjawabnya, mari kita lihat kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh masing-masing artikel.

Artikel Panjang

Kelebihan:

1. Dapat Menjelaskan Suatu Hal Secara Mendetail

Dengan artikel yang panjang, suatu masalah yang dibahas dalam suatu artikel pasti memiliki detail dan kelengkapan yang lebih baik daripada artikel yang pendek.

Hal ini tentu menjadi keuntungan bagi kedua belah pihak, pihak yang membaca maupun pihak yang menulis.

Pembaca diuntungkan karena merasa puas dengan artikel yang telah disajikan.

Begitu pun dengan si penulis, ia juga akan merasa senang ketika pembacanya senang. Mengapa? pembaca yang senang memiliki kemungkinan lebih besar untuk memberikan komentarnya dan menyebarluaskan artikel yang ia baca tadi.

I had discovered that learning something, no matter how complex, wasn’t hard when I had a reason to want to know it. – Homer Hickam, Rocket Boys

2. Berkemungkinan Lebih Besar untuk Mendapat Lebih Banyak Komentar Berkualitas dan Mengurangi Komentar Spam

Melihat suatu artikel yang panjang biasanya bisa membuat komentator spam berubah pikiran. Ingat! biasanya, bukan selalu.

Kok bisa? iya dong, biasanya komentator spam akan merasa ragu ketika mau memberikan sebuah komentar spam di suatu artikel yang panjang.

Masa iya sih, kalau misalkan ada sebuah artikel yang panjangnya lebih dari 1500 kata, kemudian ada komentator spam yang berani berkomentar seperti ini “Makasih infonya, jangan lupa kunjungi blog ane ya”. Komentar seperti itu apa ngak langsung dihapus.

Artikel yang panjang memiliki kemungkinan yang cukup besar untuk merubah mindset seorang komentator spam. Ia akan berubah pikiran, dari yang semula hanya bisa memberikan komentar spam berubah menjadi pemberi komentar berkualitas.

Semakian banyak kata yang ditulis oleh penulis, semakan banyak juga kata yang akan ditulis oleh komentator.

3. Memiliki Nilai yang Lebih Baik Dibanding Pesaing

Kelebihan pertama dari artikel panjang yang sudah saya sebutkan sebelumnya adalah mampu menjelaskan suatu hal secara lebih mendetail.

Dengan artikel yang mendetail, pasti merupakan nilai yang sangat positif bagi kalian sebagai penulis maupun bagi pembaca.

Salah satu tujuan pembaca membaca suatu artikel adalah untuk mencari informasi yang ia butuhkan di artikel tersebut. Jika artikel tersebut memiliki informasi yang lebih lengkap dibandingkan dengan penyedia artikal lainnya, maka sudah bisa dipastikan bahwa artikel tersebut telah berhasil memenangkan persaingan.

Lalu apa manfaatnya? melihat artikel yang kaya akan informasi, ada kemungkinan besar bahwa pengunjung yang telah membaca artikel tersebut akan berkunjung lagi di lain waktu.

4. Baik di Mata Mesin Pencari

Karena artikel yang panjang, penulis jadi memiliki kesempatan yang lebi besar untuk memasukkan kata kunci yang lebih banyak dari artikel yang pendek.

Hal ini dapat membuat artikel panjang memiliki nilai yang lebih di mata mesin pencari.

Yang perlu kalian ingat adalah jangan mentang-mentang artikel panjang memiliki kesempatan lebih besar untuk memasukkan kata kunci yang lebih banyak, kalian jadi seenaknya saja memasukkannya. Buat agar terlihat alami.

Dan mesin pencari sangat mengingankan artikel yang memiliki artikel yang mendetail. Nah dengan panjang artikel yang lebih 1000 kata tadi, mungkin sudah bisa dijadikan sebagai bahan pendongkrak posisi suatu artikel di halaman mesin pencari.

Kekurangan:

1. Membutuhkan Waktu yang Lebih Lama

Membuat artikel yang panjang tentu membutuhkan waktu dan usaha yang lebih besar.

Untuk membuat satu artikel yang berjumlah 1000 kata, paling tidak dibutuhkan waktu mencapai 2 jam, belum lagi waktu ketika ide berhenti mengalir, mungkin bisa makan waktu 3 jam lebih tuh.

Hal ini juga tergantung penulisnya, bagi penulis yang sudah pengalaman dalam kegiatan menulis, mungkin bisa melakukannya dalam waktu yang lebih cepat.

Nothing is a waste of time if you use the experience wisely. – Rodin

2. Membutuhkan Sumber Informasi yang Lebih Banyak

Karena artikel panjang memiliki tingkat kelengkapan dan detail yang lebi tinggi.

Maka, otomatis informasi yang dibutuhkannya pun juga lebih tinggi.

Hal ini dilakukan agar informasi yang diberikannya benar dan tidak asal-asalan. Jangan sampai, sudah susah-susah nulis panjang sampai membuat tangan pegel, eh artikel yang ditulisnya ternyata gak benar.

Untuk mencari informasinya kalian bisa mencari di Google, pasti ketemu kok. Setelah ketemu, ambil beberapa informasi yang ada dan tulis ke dalam blog kalian. Ini bukan copas ya.

3. Lebih Mudah Keluar Jalur

Yang saya maksud dengan jalur disini adalah topik yang sedang dibahas oleh suatu artikel.

Membuat artikel yang panjang juga ternyata membutuhkan konsentrasi yang lebih agar dapat membuat suatu artikel dengan informasi yang mendetail,namun tidak keluar dari topik pembahasan.

Contoh, kalian ingin menulis suatu artikel tentang Alexa Rank dengan target 1000 kata agar informasi yang kalian berikan lengkap.

Pertanyaan singkat, apa kalian bisa menulis artikel 1000 kata tanpa keluar jalur? Takutnya, bukannya membahas Alexa Rank, yang ada malah membahas tentang Google Page Rank. Kalau masih 1 kalimat sampai 1 paragraf aja masih gak apa-apa.

Artikel Pendek

Kelebihan:

1.  Tidak Perlu Waktu Lama dan Lebih Mudah

Nah ini dia kelebihan paling utama yang dimiliki oleh artikel pendek, tidak membutuhkan waktu yang lama, paling lama sekitar 1 jam lah.

Artikel yang pendek dapat menghemat waktu dan tenaga yang kalian miliki.

Selain hanya membutuhkan waktu yang sebentar, artikel pendek juga lebih mudah ditulis.

Menulis suatu artikel membutuhkan kerja keras, semakin banyak kata yang kalian tulis maka akan semakin keras kerja kalian, sebaliknya, semakin sedikit kata yang kalian tulis maka semakin ringan kerja kalian.

Walaupun artikel yang ditulis lebih sedikit, kalian harus bisa memilah mana yang terbaik untuk dimasukkan ke dalam artikel kalian.

Simple can be harder than complex: You have to work hard to get your thinking clean to make it simple. But it’s worth it in the end because once you get there, you can move mountains. – Steve Jobs

2. Lebih Sering Posting

Karena hanya memakan waktu yang sebentar, maka artikel pendek memiliki frekuensi posting yang lebih sering.

Jika kalian tergolong sebagai blogger yang sangat rajin, kalian mungkin bisa membuat lebih dari satu artikel dalam satu hari, yang tentunya hal ini sangat disukai pengunjung.

3. Bagus Dimata Search Engine

Yup, kalian tidak salah lihat.

Artikel pendek juga disukai pengunjung. Mengapa? Seperti yang saya katakan sebelumnya, bahwa artikel yang pendek memiliki frekuensi posting yang sangat baik.

Semakin banyak artikel yang ada di blog kalian, semakin baik juga penilaian search engine kepada blog kalian.

4. Lebih Mudah Dimengerti dan Membutuhkan Waktu Sebentar untuk Dibaca

Artikel yang sifatnya to the point pasti lebih mudah dimengerti oleh pembaca daripada artikel yang panjang.

Seseorang akan lebih mudah memahami suatu artikel jika artikel tersebut tidak terlalu panjang, hal ini disebabkan karena minimnya informasi yang disajikan oleh artikel tersebut, yang otomatis akan membuat kerja otak menjadi lebih ringan.

Time is money. Bagi pembaca yang memiliki prinsip seperti ini, tentu akan lebih menyukai artikel yang pendek dibandingkan artikel yang panjang. Karena baginya waktu adalah uang. Maka, semakin lama ia menghabiskan waktunya untuk membaca, uangnya akan semakin berkurang.

Time you enjoy wasting is not wasted time. - Marthe Troly-Curtin, Phrynette Married

Kekurangan:

1. Terkesan Setengah-Setengah

Jika ada pembaca yang lebih suka dengan artikel yang pendek maka pembaca yang suka dengan artikel panjang juga pasti ada.

Nah, ketika pembaca yang haus akan artikel tadi menemukan artikel di blog kalian yang isinya pendek.

Apa yang akan terjadi?  Prediksi saya sih, ia akan langsung meninggakan artikel kalian tadi ketika baru pertama kali meliatnya.

Inilah kekurangan terbesar yang dimiliki oleh artikel pendek. Artikelnya terkesan setengah-setengah atau bisa dibilang tidak lengkap.

2. Memiliki Jadwal yang Padat

Dibalik kualitasnya yang dibawah dengan artikel panjang, tentu artikel pendek memiliki kuantitas yang menjadi kelebihan utamanya.

Artikel pendek paling tidak bisa menyajikan satu artikel dalam satu hari.

Karena tuntutan itulah blogger yang suka menulis artikel pendek menjadi kerepotan. Ia dituntut agar paling tidak bisa memposting setiap hari.

Jika tidak bisa melakukannya, maka bersiap-siaplah untuk menerima penurunan pengunjung yang di akibatkan oleh berkurangnya pengunjung loyal.

3. Komentar yang Lebih Sedikit

Dengan sedikitnya pembahasan yang dibahas oleh seorang blogger dalam artikel pendeknya, maka kemungkinan untuk mendapat komentar juga lebih sedikit.

Mengapa? Karena bahasan yang sedikit, maka pembaca pun juga memiliki bahan bahasan yang lebih sedikit pula.

Terus, mana yang lebih baik?

Jawabannya relatif, tergantung dari siapa yang ditanyai. Karena semua orang memiliki jawaban yang berbeda.

Karena jawabannya relatif, berarti artikel panjang maupun artikel pendek sama baiknya. Mengejutkan memang, padahal kita sudah membahas panjang lebar, ehh gak taunya hasilnya seri.

Kalau saya yang ditanyai, saya lebih memilih artikel panjang, alasannya sudah saya sebutkan diatas.

Sedikit saran. Ada beberapa ciri yang mungkin ada dalam diri kalian yang dapat kalian gunakan untuk memilih antara artikel panjang dengan artikel yang pendek.

Jika kalian termasuk ke dalam orang yang suka dengan yang bersifat to the point dan kurang suka nulis banyak. Maka artikel pendek adalah pilihan terbaik kalian.

Sedangkan untuk kalian yang memiliki banyak hal untuk dituliskan, maka kalian adalah orang yang sangat tepat untuk menulis artikel panjang.

Leave a reply "Mana yang Lebih Baik, Artikel Panjang atau Artikel Pendek? Jawabannya Ternyata.."